09 April 2008

Tubuh Kita Bukanlah Milik Kita

Tubuh kita adalah milik Tuhan. Dia yang menciptakannya, dan kemudian Dia pula yang menebusnya, dibeli dengan harga yang mahal, yaitu dengan darahNya. Kita tidak bebas memperlakukannya menurut kemauan kita sendiri. Kita perlu mempelajari bagaimana sebaiknya memperlakukan anugerah Allah dalam pikiran, tubuh dan jiwa agar kita dapat memberikan pelayanan yang baik dan sehat kepadaNya karena kita adalah milikNya. Sang Pencipta telah mengatur organ-organ tubuh kita menjadi satu unit mesin yang hidup. Dengan kebijaksanaan yang luar biasa masing-masing dijadikan-Nya berfungsi. Allah berjanji untuk memelihara mesin tubuh manusia itu tetap sehat jika kita mau menurut hukum-hukum kesehatan dan bekerja sama dengan Dia. Tubuh kita akan memberikan kesanggupan yang besar bila kita memeliharanya dengan baik. Sebaliknya kalau kita melalaikannya, kita merampas penghormatan yang seharusnya diberikan kepadaNya. Apa saja yang mengurangi kekuatan fisik juga melemahkan pikiran, dan menurunkan kesanggupan untuk membedakan yang benar dan yang salah. Penyalah-gunaan kuasa tubuh akan memperpendek usia, padahal hidup kita dapat digunakan untuk kemuliaan Allah. Dalam upacara korban bangsa Yahudi dahulu kala, setiap binatang korban harus tidak bercacat cela. Demikian pula yang diminta kepada kita "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." Roma 12:1; dan juga dalam bagian lain rasul Paulus berkata "Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasai seluruhnya ..."I Korintus 9:27. "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!" I Korintus 6:19-20 "Diet dan Makanan Anda", EG White, hal 19, 23, 53

0 komentar: